Kartini Hanya Awal dan Pembuka Jalan, Perjuangan Wanita Masih Panjang!

Dewasa ini, perubahan terhadap dunia wanita sudah sangat terasa. Lihat saja saat ini, wanita sudah bisa bebas mengenakan pakaian sesuai yang mereka mau, melesat di jalanan bebas hambatan dengan mobilnya sendiri, dan berbagai hal lainnya yang mungkin 100 tahun yang lalu tidak bisa ditemui. Secara sadar atau tidak sadar, semua ini diprakarsai oleh seorang wanita hebat dengan pemikiran luas yaitu Raden Ajeng Kartini atau yang biasa dipanggil R.A. Kartini. Bisa dibayangkan jika Ia tidak ada pada zaman itu, mungkin saat ini kita para perempuan masih “ngendon” di rumah, hanya memasak dan membersihkan rumah, bahkan mungkin kita masih memakai kebaya (bagi orang di daerah Jawa) dengan segala tata krama yang harus diikuti. Well, thanks to R.A. Kartini.

Seperti yang kita semua ketahui, R.A. Kartini memiliki pandangan yang sangat terbuka. Ia berpikir bahwa wanita perlu juga untuk menerima pendidikan yang pantas layaknya kamu laki-laki yang notabene disebut sebagai yang lebih kuat dan lebih bisa berkuasa, tapi semua itu salah! Lihat Angela Merkel, kanselir Jerman; lihat Amal Clooney (istri George Clooney – Artis Holywood) yang seorang pengacara sukses; lihat pula sosok Ibu Sri Mulyani, mantan menteri Ekonomi Indonesia. Mereka semua adalah contoh hasil Emansipasi Wanita oleh R.A. Kartini.

Sebagai salah seorang wanita yang hidup di dunia yang modern ini, di mana dunia sudah berkembang jauh, wanita menjadi salah satu sosok penting bagi para pria. Menurut pandangan saya pribadi, wanita diciptakan oleh Sang Pencipta untuk melengkapi sosok pria. Sosok pria yang lebih mengandalkan segala daya pikir dan logika-nya; wanita (banyak yang) lebih mengandalkan perasaan dan kedua hal tersebut bisa saling melengkapi! Dalam sebuah organisasi, wanita merupakan sosok yang menjadi penyeimbang. Wanita menjadi seorang yang memiliki pemikiran yang lebih detail dan spesifik yang bisa memberikan keuntungan pada sebuah organisasi. Tak dipungkiri, saat ini wanita menjadi sosok yang diperhitungkan, bahkan ada yang menjadi pemimpin bagi yang lainnya. Akan tetapi di sisi lain, masih banyak wanita yang diperbudak, tidak mendapatkan apa yang seharusnya didapatkan.

Siulan dari pinggir jalan, mata-mata pria yang “jelalatan” mengikuti sosok-sosok wanita yang sedang berjalan. Pemandangan yang banyak terjadi di Indonesia. Wanita memang ditakdirkan untuk menjadi sosok yang patut untuk dilihat, sebagai sesosok yang cantik, bagaimana-pun rupa wanita tersebut. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti wanita yang notabene lebih lemah daripada pria, dapat menjadi sosok yang dikekang, sosok yang diperbudak, diplecehkan, bahkan dipermalukan di hadapan orang-orang. Ada satu pertanyaan dasar yang bisa disampaikan, “Siapa yang dapat dipersalahkan dari hal-hal buruk yang terjadi pada wanita?”. Apakah semua ini salah wanita? Salah para pria? Banyak pria yang menyatakan bahwa wanita berpakaian terlalu vulgar. Hey!!! Itukah sebabnya? Menurut saya, hal tersebut bukan menjadi salah satu alasan utama. Selain itu, pertanyaan utama dilema ini yaitu, “Akankah perbudakan, pelecehan, dan penjualan wanita dapat dihapuskan?”

Saya mempunya pendapat saya dan anda-pun mempunyai pendapat anda sendiri. Bagikan pendapat anda di comment box di bawah post ini😉

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: